Selasa, 26 Juni 2012

Simon santoso

Biografi Simon SantosoNama : Simon Santoso
Tanggal Lahir: Tegal, Jawa Tengah, 29 Juli 1985
Tinggi Badan: 1,75 m
Profesi: Pemain BuluTangkis 

Simon Santosoadalah salah satu pemain bulutangkis Indonesia. Saat ini putra dari pasangan Hosea Lim dan Rahel Yanti ini merupakan anggota tim Thomas Cup Indonesia 2010 yang berlangsung di Malaysia dan menjadi pemain tunggal ketiga menggantikan posisi Sony. 



Pada pertandingan semifinal Thomas Cup yang berlangsung di Bukit Djalil Kuala Lumpur Malaysia, Simon kalah 2 set langsung melawan Tim Dari jepang, namun akhirnya Indonesia Mampu menghabisi perlawanan Jepang dan melaju ke babak final Pada Hari Minggu tanggal 1 mei 2010 menghadapi favorit juara, China.

Pada 19 November 2011, Simon Santoso memastikan raihan medali emas di ajang SEA Games di Jakarta setelah bertarung tiga set. Simon sukses mengandaskan perlawanan Tanongsak Saensomboonsuk dari Thailand 21-10, 11-21, dan 21-19 .

Prestasi: 
2003: Medali Perunggu SEA Games, Finalis Singapore Satellite
2005: Medali Perak SEA Games, Juara Vietnam Satellite, Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN,
2006: Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN
2007: Finalis Swiss Open Super Series (SS), Semifinal Japan Open SS
2008: Finalis Malaysia Open SS, Runner - up DJARUM INDONESIA SUPER SERIES, Juara Taiwan Open SS
2009: Medali Emas SEA Games, Juara Denmark Open SS, Semifinal Korea Open SS, Semifinal Japan Open SS, Juara Chinese Taipei Grand Prix Gold
2010: Perempat Final LI-NING SINGAPORE OPEN SUPER SERIES, Permpat Final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES, Semi Final Kumpoo Macau Open Badminton Championships, Juara CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD
2011: Semifinal Malaysia Open SS, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis WILSON Swiss Open Grand Prix Gold, Perempat final YONEX Open Japan
2011: Medali Emas SEA Games, Jakarta

Beregu:
2003: Medali emas SEA Games
2004: Semifinalis Piala Thomas
2005: Finalis Piala Sudirman
2006: Semifinalis Piala Thomas, Medali Perunggu Asian Games
2007: Finalis Piala Sudirman, Medali Emas SEA Games
2008: Semifinalis Piala Thomas
2009: Semifinalis Piala Sudirman, Medali Emas SEA Games
2010: Finalis Piala Thomas, Medali Perunggu Asian Games
2011: Semifinalis Piala Sudirman 

Badminton

Di tunggal putra, peringkat pertama masih dipegang oleh Lee Chong Wei (Malaysia) dan diikuti oleh Lin Dan (Cina) di peringkat kedua. Dalam peringkat 10 besar, Indonesia hanya diwakili oleh satu pebulutangkis, yakni Simon Santoso yang berada di peringkat ketujuh. Taufik Hidayat melorot ke peringkat ke-12.

Di tunggal putri, Indonesia tak memiliki wakil di 10 besar. Cina mendominasi peringkat pertama hingga ketiga. Berturut-turut adalah Wang Yihan, Wang Xin dan Wang Shixian.

Di ganda putra, Indonesia memilik tiga wakil di 10 besar. Tapi, peringkat pertama masih dipegang oleh ganda Cina, Cai Yun/Fu Haifeng diikuti oleh ganda Korea Selatan, Jung Jae Sun/Lee Yong Dae. Ganda Indonesia, M.Ahsan/Bona Sepaton ada di peringkat ketujuh. Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan di peringkat kesembilan dan Markis Kido/Hendra Setiawan di peringkat ke-10.

Di nomor ganda putri, hanya satu wakil Indonesia ada di peringkat 10 besar, yakni Greysia Polii/Meiliana Jauhari di peringkat kedelapan. Cina menguasai di peringkat pertama dan kedua. Masing-masing adalah Wang Xiaoli/Yu Yan dan Tian Qing/Zhao Yunlei.

Di ganda campuran, Indonesia juga menempatkan satu wakil, yakni Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir yang ada di peringkat keempat. Peringkat satu dan dua masih dipegang Cina, yakni Zhang Nan/zhao Yunlei dan Xu Chen/Ma Jin.

Berikut peringkat 10 besar dunia bulutangkis:

Tunggal Putra
1. Lee Chong Wei (Malaysia)
2. Lin Dan (Cina)
3. Chen Long (Cina)
4. Peter Hoeg Gade (Denmark)
5. Chen Jin (Cina)
6. Sho Sasaki (Jepang)
7. Simon Santoso (Indonesia)
8. Tien Minh Nguyen (Vietnam)
9. Lee Hyun Il (Korea Selatan)
10.Du Pengyu (Cina)

Tunggal Putri
1. Wang Yihan (Cina)
2. Wang Xin (Cina)
3. Wang Shixian (Cina)
4. Saina Nehwal (India)
5. Tine Baun (Denmark)
6. Jiang Yanjiao (Cina)
7. Sung Ji Hyun (Korea Selatan)
8. Juliane Schenk (Jerman)
9. Li Xuerei (Cina)
10.Liu Xin (Cina)

Ganda Putra
1. Cai Yun/Fu Haifeng (Cina)
2. Jung Jae Sun/Lee Yong Dae (Korea Selatan)
3. Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)
4. Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong (Korea Selatan)
5. Chai Biao/Guo Zhengdong (Cina)
6. Kien Keat Koo/Boon Heong Tan (Malaysia)
7. M.Ahsan/Bona Septano (Indonesia)
8. Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (Jepang)
9. Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia)
10.Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)


Ganda Putri
1. Wang Xiaoli/Yu Yang (Cina)
2. Tian Qing/Zhao Yunlei (Cina)
3. Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa (Jepang)
4. Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan)
5. Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (Jepang)
6. Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang)
7. Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin (Cina Taipei)
8. Greysia Polii/Meiliana Jauhari (Indonesia)
9. Kamilia Rytter Juhl/Christina Pedersen (Denmark)
10.Poon Lok Yan/Tse Ying Syet (Hongkong)

Ganda Campuran
1.Zhang Nan/Zhao Yunlei (Cina)
2. Xu Chen/Ma Jin (Cina)
3. Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen (Denmark)
4. Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir (Indonesia)
5. Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing (Cina Taipei)
6. Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand)
7. Songphon Anugritayawon/Kuncala Voravichitchaikul (Thailand)
8. Shintaro Ikeda/Reiko Shiota (Jepang)
9. Peng Soon Chan/Lu Ying Goh (Malaysia)
10.Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)

Sabtu, 16 Juni 2012

Lee yong dae





Lee Yong Dae, Atlet Bulu Tangkis Idola Para Wanita
BERITA - sudahmasa.web.id - Lee Yong Dae Atlet Bulu Tangkis KorSel Tertampan Idola Para Wanita umurnya saat ini adalah 23 tahun, jadi masih sangat muda bagi atlet bulu tangkis saat ini. Dengan penampilannya tadi siang melawan Malaysia yang berhasil dimenangkannya, Lee Yong Dae menjadi bahan teriakan para suporter wanita yang mengidolakan pemain bulu tangkis tampan korea ini. 

Lee Yong Dae, Atlet Bulu Tangkis Idola Para Wanita
 

Sabtu, 05 Mei 2012

ANTARA BENCI DAN SAYANG

Menyambung tulisan saya terdahulu (Pilihan Kita ?) kali ini saya akan sedikit berbagi hal-hal unik mengenai pertemanan dan persahabatan.
Mungkin selama ini kita hampir tidak menyadari bahwa dalam pertemanan dan persahabatan, benci dan sayang memiliki batas yang sangat tipis. Itu sebabnya sering kita mendengar ungkapan : “Kalau Benci Jangan Terlalu Benci, Kalau Sayang Jangan Terlalu Sayang”. Kok Gitu Sih..??

Ungkapan itu banyak benarnya. Faktanya ada SATU Persamaan Mendasar antara Terlalu Benci dan Terlalu Sayang. Apa itu ? Keduanya membuat kita sama-sama SULIT UNTUK MELUPAKANNYA. Kalau kita terlalu benci, kita akan selalu memikirkan kebencian kita sama orang tersebut. Terlalu sayang ? Sama kan…, kita akan selalu memikirkan rasa sayang kita terhadap orang tersebut. Jadi keduanya membuat kita selalu terbayang akan orang tersebut.

Fakta berikutnya, ini yang harus diingat. Banyak orang yang akhirnya berubah DARI BENCI MENJADI SAYANG dan sebaliknya DARI SAYANG MENJADI BENCI, dan anehnya hal tersebut bisa tercipta dalam waktu yang sangat singkat. Itu sebabnya saya menyebut bahwa antara benci dan saying memiliki sekat yang nyaris tidak terlihat.

Jadi, intinya…, jika kita tidak suka dengan seseorang, bencilah dia dengan perasaan benci yang sekedarnya saja, jangan berlebihan. Demikian pula bila kita sayang dengan seseorang, sayangilah dia sewajarnya saja. Terlalu Benci ataupun Terlalu Sayang dapat merugikan kita sendiri nantinya.

Banyak fakta yang terungkap bahwa ada orang yang akhirnya dibantu atau ditolong oleh orang yang sangat dibencinya, sehingga akhirnya dia sadar bahwa Kebencian TELAH MEMBUTAKAN MATANYA akan sisi lain dari orang yang dibencinya. Bukankah setiap orang TIDAK ADA YANG SEMUANYA BAIK dan TIDAK ADA JUGA YANG SEMUANYA JELEK. Sejelek-jeleknya orang PASTI ada sisi Baiknya, sebaliknya Sebaik-baiknya orang PASTI ada sisi Jeleknya. Kebencian akan MEMBUTAKAN kita akan sisi baik teman kita, sebaliknya Rasa Sayang akan MEMBUTAKAN kita akan sisi jelek dari teman kita. Dan SATU HAL JUGA YANG PERLU DIINGAT…BUKANKAH KITA JUGA TIDAK SEMPURNA ? KITA PUN PUNYA SISI JELEK. Sangat mungkin bahwa tanpa kita sadari ADA orang lain yang juga sangat membenci kita sama seperti kita membenci teman kita. Jadi Pertemanan dan Persahabatan adalah sebuah Hal yang SANGAT UNIK dan PENUH MISTERI. Jadi pandai-pandai memanage rasa benci dan rasa sayang.

CERPEN: Loe…Gue…End…!


JAKARTA, 2009. Reuni yang diadakan di Hotel Hilton cukup sukses. Sekitar 95% alumni menghadirinya. Reuni akbar. Bahkan sudah 30 tahun saya tidak pernah bertemu dengan mantan teman-teman kuliah. maklum, selama 15 tahun saya tinggal di Jawa Timur, sehingga tiap ada reuni angkatan saya, saya tak bisa menghadirinya. Apalagi teman-teman tidak ada yang tahu alamat baru saya di jawa Timuur.
”Hai! mas Harry! Apa khabar?” tiba-tiba ada seorang menyapa saya. Ternyata Della. nama lengkapnya Della Purnamasari. Adik kelas sewaktu kuliah.
“Hai! Apa khabar Della!” sayapun langsung mencium pipinya. Cium persahabatan. Della memang masih seperti dulu, cantik dan banyak bicaranya. Suka ngobrol. Bedanya, Della sudah menjadi seorang ibu dari dua orang anak.
Acara reuni cukup meriah. Apalagi Della yang sejak dulu punya hobi menyanyi juga ikut menyumbangkan suara. Dia memang punya talenta uuntuk itu. Sayapun punya gagasan, ingin membantu mengorbitkan Della melalui stasiun ttelevisi agar menjadi penyanyi terkenal. Bahkan kalau bisa menjadi pemain sinetron.
“Wah! Suara Della tetap masih bagus seperti dul!,” saya angkat dua jempol tangan saya selesai Della menyanyi. Diapun duduk di dekat saya. Saat itu satu meja ada enam kursi, yaitu saya, Della, Mathias Muchus, Rudy Rayadi, Suhata Wiramiharja, Faisal Salmun dan Armi Helena. kami bersahabat akrab sejak di kampus. walaupun dulu berbeda tingkat dan berbeda kelas, namun kami ttetap komppak. Maklum, kami semua dulu aktivis senat mahasiswa.
“Oh, ya,Della. Mau nggak diorbitkan jadi penyanyi terkenal?” saya menawarkan niat baik ke Della. Dellapun menengok ke arah saya setengah percaya setengah tidak percaya.
“Ah! yang benar…” katanya sambil menunggu jawaban.
“Serius. Kebetulan saya punya kenalan di SCTV. Kalau Della mau, kapan-kapan saya antarkan ke SCTV,” saya serius berkata. Dellapun menggeser kursinya lebih dekat dengan saya.
“Wow! Kalau serius, boleh juga,nih! Kapan rencananya?” Della semangat bertanya.
Akhirnya, kamipun berjani Sabtu depan bertemu dulu di food court, Plasa Senayan. Dan Dellapun datang diantarkan suaminya. Sesudah Della duduk, suaminyapun meneruskan perjalanannya mengantarkan anak-anaknya ke kolam renang.
Begitulah, setelah membuat rencana yang matang dan sesudah makan siang, sayapun mengantarkan Della ke SCTV. sayapun langsung memasuki ruangan produksi tempat teman saya bekerja.
Sayapun memperkenalkan Della ke Handoko, manajer produksi SCTV. Sehari sebelumnya memang saya sudah kontak dia melalui ponsel.
“Boleh! Siap mengikuti audisi? Kebetulan hari ini saya mau men-tes enam calon penyanyi termasuk Della,” kata Handoko. Tentu saja Della menjawab siap. Dan memang hari itu juga Della langsung mengikuti audisi. Cukup lama juga. Sekitar enam jam untuk enam peserta. Ada enam juri yang menilainya. hasilnya akan diberitahukan lewat SMS seminggu kemudian.
Alhamdulillah! Seminggu kemudian saya dapat SMS dari Handoko, bahwa dari enam peserta, hanya dua orang yang lolos, termasuk Della. Langsung saya kontak Della. Dan mulai esok harinya saya selalu menjemput Della untuk keperluan latihan. Suaminya tidak bisa mengantarkan karena kerja di kantor.
Begitulah. Tidak hanya latihan suara, tetapi juga latihan gerak tubuh atau koreografi.Bahkan juga membahas kostum atau pakaian untuk artis. Tentu, pakaian seorang artis harus berbeda dengan pakaian nonartis.
Sebulan kemudian, Della telah muncul di SCTV mengisi beberapa acara musik. Honornya meemang semula tak seberapa, namun ketika ada sebuah perusahaan sabun menawarkan untuk menjadi bintang iklan, maka penghasilan Della-pun meningkat. Bahkan bulan berikutnya perusahaan mie instan, perusahaan shampo, dan perusahaan motor juga memintanya menjadi bintang iklan. Ratusan juta rupiah mulai mengalir ke rekeningnya.
Sebetulnya saya tidak meminta imbalan. Namun, kalau Della memberi seagian rezekinya, saya juga tidak menolak. Menolak rezeki itu tidak baik. Tidak perlu malu-malu. yang penting saya tidak meminta.
Sampai suatu saat, ketika akan rekaman, Mathias Muchuspun hadir. Iseng-iseng saya menyampaikan gagasan saya untuk membuat sinetron berdasarkan novel-novel yang saya buat. Kebetulan saya telah membuat enam buah novel. Kebetulan Muchus yang saat itu juga menjadi pemilik dan pengelola production house (PH) tidak keberatan dengan syarat akan membaca semua novel saya terlebih dulu.
Alhamdulillah! Salah satu novel saya, yaitu yang berjudul “Misteri Gelas Pecah” disetujui untuk ditampilkan dalam bentuk sinetron. Sayapun mengusulkan agar Della sebagai salah satu pemeran utamanya. Ternyata Muchus tidak keberatan.
Bulan-bulan berikutnya, Dellapun tidak hanya sibuk rekaman untuk bernyanyi, tetapi juga sibuk shooting sinetron. Konsekuensinya, tiap hari saya selalu antar jemput. Dan dengan penuh pengertian, sayapun kecipratan rezeki dari Della. Apalagi, lagu-lagu ciptaan sayapun telah mendominasi pasaran lagu di Indonesia. Dan akhirnya, Della secara khusus anya membawakan llagu-lagu ciptaan saya.
Tanpa terasa, sinetron “Misteri Gelas Pecah” yang sebagian shootingnya di Yogyakarta, selesai sudah. Lemudian disambung untuk men-sinetronkan novel saya yang berikut. Yaitu, “Balada Pantai Lovina” dan disusul “Di Telaga Sarangan Pernah Ada Cinta”.
Setahun sudah. Della sudah berubah menjadi kaya raya. Punya moobil pribadi. Tiodak mau saya jemput lagi. Jadi tiap kali ada acara ke SCTV, dia datang dan pulang menyetir mobil barunya. Sayapun tak banyak lagi buang-buang tenaga untuk antar jemput Della. Namun konsekuensinya, saya juga jarang bertemu dengan Della. Apalagi, akhir-akhirnya Della lebih sering bermain sinetron daripada bernyanyi. Cuma, setelah keenam sinetron saya habis, Della membintangi sinetron yang dibuat oleh orang lain. Konsekuensinya saya tidak dapat apa-apa.
“Kok, begini jadinya?” gerutu saya. Usaha saya membuat novel barupun tak pernah tterealisasi. Serasa ide saya macet. Bahhkan untuk mengarang lagupun tak sebanyak dulu. Apalagi, akhir-akhir ini sikap Della agak berubah. Kalau dulu selalu ada di dekat saya, sekarang lebih dekat dengan para selebriti lainnya. Kalau saya mendekati, Della selalu menghindar secara halus dengan berbagai alasan.
Lama-lama, sikap Della semakin jelas. Mencoba menjauhi saya. Tak membutuhkan saya lagi. Kalau saya datang ke rumahnyapun, saya selalu diusir secara halus. Begitu pula, tiap kali bertemu di SCTV, Della cepat-cepat bergabung dengan teman-teman artis lainnya.
Akhirnya, suatu saat, selesai Della shootiing sinetron, sayapun mencoba bertanya secara baik-baik ke Della, kenapa kok sikapnya berbeda. Semula jawabannya diplomatis dan berusaha tidak melukai perasaan saya. Namun dari hari ke hari, sikapnya berubah. Ketus!
Itulah yang menyebabkan saya menjadi emosi.
“Kok Della sekarang menjauh dari saya?” tegur saya di gedung SCTV.
“Ya, kan saya sudah bisa mandiri. Sudah ada pengarang lagu lain. Sudah ada pembuat novel dan sinetron lain. Lagu-lagunya juga lebih enak. Sinetronnya juga lebih bagus,” begitu jawwaban Della. Walaupun diucapkan secara baik-baik, tetapi cukup menyinggung perasaan.
“Kalau begitu, Dela memberlakukan saya bagaikan habis manis sepah dibuang?” agak keras saya berkata.
“Terserah apa kata Harry. Yang pasti situasi sudah berubah!” katanya ketus sekali.
Akhirnya, terjadilah pertengkaran yang cukup hebat antara saya dan Della.
Dan akhirnya sayapun mengambil keputusan untuk memutus persahabatan saja.
“Oke! Loe…Gue…End…!” keras kata saya sambil menggerakkan tangan kiri ke kiri dan tangan kanan ke kanan. Simbol putusnya persahabatan.
“Baik! Loe…Gue…End…!” balas Della dengan suara keras pula sambil kedua tangannya membuat simbul putusnya sebuah persahabatan.
Dellap dan teman-temannya masuk ke lift dan menghilang dari pandangan saya. sayapun segera keluar dari gedung SCTV. Pelan, saya kemudikan Honda Freed saya meninggalkan halaman gedung.
“Huh! Saya tidak menyangka, maksud baik saya jadi begini…” gerutu saya.

Cerpen Persahabatan : SAHABAT SEJATI

Cerpen Persahabatan : SAHABAT SEJATI yang sangat menyentuh sekali, cerpen yang satau ini merupakan sebuah Cerpen Cinta  yangbukan berari untuk seorang pacar melain kan seorang sahabat cerpen ini mengingat kan kita pada sebuah Cerpen Persahabatan Sejati buat teman teman yang penasaran silakan baca dech moga teman teman berkenan jangan lupa koment ya

langsung baca dech...biar gak penasaran...

*sebuah kisah yang aku ambil dari cerita seorang temen kampusku, walau ada penambahan di dalam'a dan jadilah cerita ini*

Senja yang dulu indah kini menjadi temaram dan bulan yang dulu purnama kini perlahan berubah menjadi sabit. Seperti keadaan hati seorang gadis remaja yang meratapi kekosongan dan kehampaan hatinya karena ditinggal oleh sahabat yang selama ini setia menemaninya baik syka maupun duka. Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat salah satunya Icha. Icha tinggal di Ciracas, JakartaTimur. Dia anak pertama dari 2 bersaudara, dia adalah seorang remaja yang lugu dan sangat ceria. Kami bersahabat suddah cukup lama, aku kenal Icha waktu kami sama-sama mendaftar di salah satu SMP favorit di Jakarta. Setelah awal oerkenalan itu,pertemanan kami berlanjut karena kami diterima di SMP itu. Kami selalu bersama-sama bagai amplop dan perangko yang tak dapat terpisahkan, itulah kami. Kami juga selalu satu kelas.

Setelah lulus SMP aku dan Icha memutuskan untuk satu sekolah, hari pertama aku dan Icha menjalani ospek, rasanya takut dan tegang banget, tapi aku melihat seorang cowok yang sangat perfeck di kantin sekolah, dia sangat manis apalagi pada saat aku melihatnya sedang tersenyum pada beberapa orang yang menyapanya, manis sekali senyumnya, disaat aku sedang asyik memperhatikan cowok itu tanpa ku sadari didepanku ada salah seorang kakak senior yang sangat galak, upzzz…. Aku menabrak dia, dia marah-marah padaku meski aku telah minta maaf padanya, lupakan saja dia kita kembali pada cowok yang aku lihat tadi, tapi aku mencari-cari kesekeliling kantin tapi cowok itu udah gak ada. Icha hanya tertawa melihat tingkah lakuku. Huh… ini semua gara-gara keteledoranku, tapi gak apa-apa suatu hari nanti pasti aku dapat bertemu dengannya kembaali karena aku yakin dia siswa di SMA ini. Aku dan Icha melanjutkan perjalanan kami ke kelas. Ospek pertama telah dimulai, ada beberapa kakak senior masuk kekelas tanpa ku sadari cowok yang ku lihat di kantin sekolah tadi pagi ada didepan mataku. Aku senang sekali karena aku kembali beetemu dengannya walau dia tak ku kenal sama sekali.
Aku mencari tau siapa sebenarnya cowok itu, dari beberapa orang yang aku tanya mereka mengatakan dia adalah ketua osis, namanya radit, Cuma itu informasi aku dapatkan tentang dia, tapi udah cukup kok. Singkat cerita aku dan kak Radit mnjedi tambah akrab tapi cuma sebatas teman. Yang tak pernah aku duga ternyata kak Radit naksir sama Icha, aku sedih banget karena dia adalah cinta pertamaku, tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa, dan aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit tapi kenapa dia tega padaku. Mungkin inilah nasibku, setelah kejadian itu persahabatan aku dan Icha menjadi renggang, aku jarang menyapanya dan sepertinya juga dia sekarang jarang ada waktu buat kita berdua sanma-sama lagi seperti dulu. Lagi pula aku tak sekelas dengannya.

Waktu terus berputar, tanpa terasa tahunpun berganti. Akhir-akhir ini aku melihat Icha tampak murung dan gak seperti biasanya yang sangat ceria. Walau aku belum bisa memaafkan Icha tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi. Satauku dari berita yang beredar kalau Icha mengidap penyakit tumor yang bersarang diperutnya sejak beberapa tahun ini, sejak dokter memfonis penyakit itu Icha berubah menjadi nak yang pemurung danpendiam. Aku sangat merasakan perubahan itu, tapi setiap kali aku tanya dia tak pernah mau cerita dan jujur padaku. Menurutku dia berubah menjadi seperti itu karena mungkin dia merasa hidupnya tak akan lama lagi. Seiring berjalannya waktu perut Icha makin membesar, aku belum percaya dengan apa yang temen-temen bilang padaku. Aku desak Icha untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, akhirnya Icha mau bercerita. Aku sempat terkejut mendangarnya sekaligus sedih bercampur dengan rasa kekecewaan, mengapa baru seekarang dia cerita semua itu padaku. Tapi mungkin karena aku tak sedekat dulu sama dia. Aku juga denger-denger dari yang laen Icha putus, Icha diputuskan kak Radit karena keadaan Icha dg perut yang makin membesar. Aku sedih sekali, tapi dia pernah menghianati persahabatan yang telah lama kami bangun.

Icha masih tetap sekolah, tapi lama kelamaan dia merasa kecil hati dan malu. Dengan kondisi tubuh yang semakin menurun, sampai akhirnya Icha dirawat di Rumah sakit Haji Pondok Gede. Aku dan teman-taman menjenguknya untuk memberikan semangat dan dukungan padanya agar Icha gak semakin drop dan putus asa. Hanya sampai disitu saja kabar yang aku dengar tentang Icha, disatu sisi aku masih kecewa padanya tapi disisi lain aku juga mempersiapkan UN.
****

Pagi hari yang sangat gelap karena hujan turun begitu derasnya, aku sedang duduk melamun memikirkan bagaimana keadaan Icha sekarang, tiba-tiba aku dikejutkan dengan ringtone handphoneku yang berbunyi dank u lihat dilayar hpku ternyata mamanya Icha memanggil, fikirku tumben tapi ada apa ya, kok pagi-pagi gini tante telfon aku. “halo assalamu’alaikum, bisa bicara dengan Cika?”, nada suara mama Icha tampak berat, sepertinya dia sedang menangis. “ii…aaa tante, ada apa kokpagi-pagi begini telfon Cika? Trus bagaimana kabar Icha tante?” tanyaku agak ragu, “Icha telah berpulang Ka” belum sempat aku mengucapkan turut berduka cita pada tante, tut…tut…tut…tut telfon tiba-tiba terputus. Aku menangis dan menyesali dengan semua yang terjadi, dihatiku tersirat penyesalan yang amat mendalam, aku terlalu jahat dan egois pada Icha dan gak pernah meluangkan waktu untuk menjenguk sahabatku sendiri yang menjalani hari-hari akhirnya sendirian, tanpa aku. “Maafkan sahabatmu ini Ca…..hik..hik..hik…!!!” tangisku
Aku datang ke rumah Icha untuk melihat dia terakhir kalinya dan mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Icha. Setibaku disana aku melihat Icha terbaring kaku, dikelilingi orang-orang yang membaca yasin untuknya, tiba-tiba pandanganku menjadi gelap. “Icha…..” panggilku, “sudahlah Ka, relakanlah kepergian Icha, agar dia tenang di Alam sana” mama Icha ada disampingku, dan memberikan selembar kertas padaku, “ini dari Icha buat kamu, dia menulis pada saat kamu jarang menemuinya, tante tinggal dulu kebawah”. “makasih tante dan Cika minta maaf kalo selama ini Cika gak pernah menjenguk dia, Cika lagi UN tante,” aku menangis. “gak apa-apa kok tante ngerti, kamu ada masalah ya sama Icha?” tanya mama Icha, “eng…enggak kok tante, kami berdua baik-baik saja””ya udah jangan nangis lagi, tante ke bawah bdulu ya” tante pun meninggalkanku sendiri di kamar Icha karena Perlahan-lahan tadi aku pingsan, aku melihat foto-foto yang ada dimeja samping tempat tidur, betapa lembutnya senyum Icha di foto itu. aku buka kertas ituperlahan-lahan, dan aku pun mulai membaca kata demi kata disurat itu.
Sebelumnya gue minta maaf atas kejadian kemaren”, bukan maksud gue untuk merebut kak Radit dari lo, tapi gue juga cinta dia dan gue juga udah putus ma dia, karena dia bukan laki-laki yang baik. O ya, lo tau kan kalo gue gak bisa buat puisi kayak lo, tapi ini puisi gue buat khusus sahabat sejati gue ini, maaf ya kalo buatan gue gak sebagus puisi-puisi lo, heheheh……..

Surat Terakhir
Butir-butiran air mata yang jatuh setetes demi setetes
Menemani dan menjadi saksi saat ku tulis suratku yang terakhir
Jika hanya derita yang harus aku terima
Jika hanya kemitian yang harus ku alami
Aku bersedia menjalani tanpa kesedihan
Namun ketika kau berucap bahwa untukku
Sudah tak ada lagi maaf terasa lemah lunglai tubuh ini
Sahabat yang slalu mengisi hari-hariku
Seberapa besarpun salah yang ku pandang
Seberapa rendah budi yang ku jalani…maafkan aku
Derita karena bersalah berlarut-larut tanpa henti
Dan tampaknya Tuhan sudah berkenan menjemputku
Jangan menangis sahabat….walau tak terkatakan
Sungguh aku merasa kau telah memaafkanku
Slamat tinggal sahabat sejatiku
Ikhlaskanlah kepergiankui
Smoga sepeninggalku dari sisimu
Bahagian akan slalu menemanimu
Miss u sobat
ICHA
****

Keesokan harinya Aku baru sadar ternyata Icha hari ini berulang tahun yang ke 17, aku bermalam di rumah Icha, dan pagi-pagi aku segera kebawah dan akan mengikuti pemakaman Icha. Sebenarrnya aku tak sanggup melihat makam itu, karena akan mengingatkanku akan kenangan” kami berdua dulu, tapi aku coba untuk tegar untuk melangkahkan kaki menuju makamnya. Setelah pemakaman selesai dan semua orang pulang, aku sendiri di makam itu, sepi. Aku menangis disamping nisan Icha, walau tersendat-sendat dan terbata karena aku nangis aku nyanyikan lagu happy birthday buat Icha, dan memandangi nisan yang ada dihadapanku saat ini, makam yang sunyi, aku masih menangis sendiri di makam bisu itu, sebelum pulang aku meninggalkan secarik kertas balasan surat Icha, walau mungkin tak akan pernah dibaca olehnya, tapi itulah kenanganterakhirku buat Icha.

Kenangan indah tentang kita akan slalu ku ingat setiap detiknya
Jika ku tutup mataku, aku masih dapat melihatmu
Kau memperlihatkan senyum termanismu
Tapi itu hanya lamunan sesaatku
Kini kau telah jauh tinggalkanku
Aku belum sempat meminta maaf padamu dan menyayangimu
Dan tak ingin kau pergi jauh
Tinggalkan kenangan kita bersama
Tapi takdir berkatab lain
Terlalu cepat Tuhan memanggilmu
Hanya sebuah puisi ini aku persembahkan untukmu
Kepergianmu, meninggalkan kisah yang sangat pahit bagiku
Aku akan selalu mengenangmu, sahabat terbaikku
Semoga kau tenang disana
Suatu saat kita pasti akan bertemu kembali
(the end)

INDAHNYA MASA KECIL

Malam yang sunyi dengan angin yang dingin seraya menemani dua anak kecil berusia 6 tahunan yang sedang menikmati keindahan bintang.
“Kinan, kalo udah gede mau jadi apa?” Feri bertanya sambil menatap Kinan.
“Kalo aku mau jadi pilot!”
“Yang jadi pilot itu kan laki-laki, kamu kan perempuan! Mending kamu jadi perawat aja deh! Jadi perawat nenekku.”
“Aku maunya jadi pilot! Aku nggak mau jadi perawatnya nenek kamu!” Kinan memonyongkan bibirnya ke depan, “Emangnya kamu mau jadi apa?”
“Aku mau jadi orang yang berguna di dunia ini. Bisa nyenengin Mamah, Papah, Nenek, kamu pasti besok juga bangga punya temen kayak aku.”
“Ok, janji ya kamu bakal ngebanggain aku? Awas kalo boong!” kata Kinan sambil menggepalkan tangannya.
“Iya deh, kamu juga janji ya akan terus sama-sama aku sampe gede… jadi aku bisa buktiin ke kamu kalo aku bisa jadi yang terbaik…” Feri tersenyum pada Kinan lalu keduanya sama-sama mengangkat kelingking mereka, “Oh iya, kamu mau nggak jadi pacar aku? Jadi… kita akan terus bareng sampe gede nanti… kayak Mamah sama Papah aku….”

Cerpen - INDAHNYA MASA KECIL

“Okey, kita pacaran yah…” Kinan menggenggam tangan kecil Feri.
***

Lamunan Kinan buyar saat Nina, sahabatnya duduk di samping kirinya dan menawarkan segelas soft drink.
“Lo nggak ada kuliah hari ini?” tanya Nina sambil meneguk soft drink-nya.
Kinan menggeleng pelan.
“Kok masuk sih?”
“Males di rumah, mending ke kampus aja.”
Lama-lama keduanya diam...
“Nin, menurut lo janji masa kecil itu masih berlaku nggak sekarang?” Kinan menatap Nina dan berharap ia mau memberi jawaban.
“Cie... teringat sama kisah masa kecil,” goda Nina menyenggol lengan Kinan.
“Gue serius nih, Nin! Masih berlaku nggak?”
“Nggak mesti, lagipula itu kan udah berlalu... eh, emang siapa sih yang lo maksud?”
“Temen kecil gue! Dia pernah janji, dia bakal ngebuat gue bangga kalo udah gede. Tapi... nggak lama setelah dia ngucapin janji itu, dia ke luar negeri. Padahal dia sendiri yang nyuruh gue janji untuk selalu sama-sama dia, eh malah dia yang ninggalin gue, bahkan dia itu nembak gue. Dengan seenaknya karena masih kecil, gue jawab iya aja.” Kinan menceritakan masa kecilnya pada Nina sambil tersenyum sendiri.
“Oww... So Sweet. Terus selama pisah, komunikasi kalian masih nggak?”
“Nggak tuh. Namanya juga masih kecil, 6 tahun gila! Masa, sekecil gitu udah bisa ngirim gue e-mail?”
“Iya juga sih eh, gue masuk dulu ya? Ada kuliah nih. Bye,”
***
Kinan membawa nampan berisi bakso dan segelas orange juice untuk ia lahap karna perutnya sedari tadi sudah minta untuk diisi. Dengan extra hati-hati ia membawa nampan itu, ketika Kinan hendak duduk, bola basket melayang ke arahnya dan nampannya pun tumpah ke lantai. Kinan menganga dan mendesah.
“Aduh-aduh sori, gue nggak sengaja. Tiba-tiba bola basket... ”
“Stop-stop! Gue nggak butuh alasan, sekarang bersihin nih piring-piring! Awas kalo sampe nggak bersih!” potong Kinan lalu memesan lagi menu yang sama dan dibawanya ke meja tadi. Dilihatnya cowok itu sambil membersihkan kuah yang tumpah.
“Udah bersih! Asal lo tahu ya…”
“Oh, udah bersih yah? Thank deh. Udah untung lo nggak gue suruh ngganti nih makanan,” potong Kinan lagi sambil melahap baksonya.
“Lo kira gue nggak mampu bayar semua makanan lo? Gue beli kantin ini pun sanggup! Sialan!” cowok itu ngacir meninggalkan Kinan yang tersenyum puas.
Setelah jam kuliah Nina selesai, Kinan menghampiri bocah itu yang lagi ngobrol dengan seorang cowok.
“Hei!” sapa Kinan pada Nina, lalu tatapannya beralih pada cowok di samping Nina yang ternyata cowok yang numpahin makanannya barusan.
“Lo lagi?” mereka hampir berbarengan.
“Lo kenal sama cowok ini?” Kinan beralih pada Nina yang tidak tahu letak persoalannya.
“Dia saudara tiri gue, namanya Eri. O ya Er, kenalin ini sahabat gue namanya Kinan,” Nina memperkenalkan Eri pada Kinan.
“Kinan???” raut wajah Eri berubah saat mendengar nama Kinan.
“Kenapa? Lo kaget nama Kinan itu bagus?” Kinan tak mau kalah.
“Perasaan gue tadi nggak ngomong bagus? Aneh aja ada nama lucu,” jawab Eri.
“Sssstt… kalian kenapa sih? Udah pada kenal ya? Nan, ini loch yang namanya Eri yang waktu itu gue ceritain. Mamahnya Eri itu Mamahnya gue sekarang. Dan dia baru aja pulang dari luar negeri trus nglanjutin kuliah disini,”
Kinan hanya mengangkat bahunya, lalu duduk di sebelah kanan Nina.
“Eh, lanjutin yang tadi donk!” desak Nina pada Kinan.
“Yang mana?”
“Cerita masa kecil lo!”
“Apa???” tiba-tiba Eri histeris dan menatap kedua cewek cantik itu.
“Urusan apa lo?” tanya Kinan galak.
“Geer amat sih lo! Eh, gue latihan dulu ya, Nin? Entar gue tunggu lo selesai kuliah deh.” Ucapnya pada Nina.
Nina hanya tersenyum lalu beralih lagi pada Kinan, “Lo ada apa sih sama Eri?”
“Dia itu udah numpahin makanan gue tadi waktu di kantin! Nggak mau minta maaf lagi! Pake ngatain gue segala!” Kinan menceritakan setengah sebal.
“Oh, itu sih biasa! Eri emang anaknya kayak gitu, katanya sih semenjak Neneknya meninggal, terus ditambah lagi Papahnya selingkuh, ortu mereka akhirnya cerai dan nyokapnya menikah sama bokap gue. Dia jadi sering ngerokok,”
“Gue nggak mikiirin!”
***

Nina berada di mobil Eri, keduanya hanya diam, bingung harus memulai pembicaraan apa. Nina juga tidak begitu dekat dengan Eri. Baru juga ketemu satu minggu yang lalu
“Nin, Kinan itu sahabat lo?” Eri membuka pertanyaan.
“He-eh, dia temen gue sejak SMA.”
“Dia punya cerita masa kecil? Ha…ha… tadi gue denger awal-awalnya.”
Nina tertawa, “Iya, dia juga sempet nanya ke gue kalo janji masa kecil itu masih berlaku nggak sekarang, terus katanya dia ditembak sama temen kecilnya itu,”
Tiba-tiba aja Eri nge-rem mendadak. Nina pun melongo, “Ada apa, Er?”
“Enggak!” Eri seperti menyembunyikan sesuatu.
“Lo udah kenal Kinan sebelum gue ya?” Nina menyelidik.
Eri diam, Nina pun semakin bingung dengan tingkah Eri.
“Lo kenapa sih, Er? Naksir sama Kinan ya? Tenang aja gue bantuin deh.”
“Bukan gitu, sebenernya……”
***

“KINAN!!!” Nina beteriak memanggil Kinan sambil berlari menghampirinya. semua orang pun menoleh pada Nina. Kinan pun terkejut melihat tingkah sahabatnya ini.
“Kenapa sih lo?”
“Nih liat, ada bingkisan buat lo! Cepet buka deh, siapa tahu aja dari temen kecil lo, ” Nina bener-bener bersemangat menyuruh Kinan membuka bingkisan itu.
“Ngaco lo! Mana mungkin Feri bisa tahu kampus gue?”
“Udah cepet buka,”
Perlahan-lahan Kinan membuka kado itu, di lihatnya sebuah pesawat-pesawatan kecil. Kinan tersenyum, lalu ia mengambil memo yang berada di dalam kotak itu.

“ Eh masih inget gue nggak? Ehm, sekarang lo masih pengin nggak jadi pilot, Nan? Gue tunggu lo di atap gedung kampus, sekarang!”

Kinan termenung, sebenernya ia sudah yakin kalo Feri lah yang mengirimkan semua ini. Siapa lagi yang tahu kalo dirinya dulu ingin sekali menjadi pilot?
“Iya kan?” Nina mengagetkan Kinan.
“Eh, lo kok tahu kalo ini dari temen kecil gue?”
Nina celingukan lalu menggaruk-garuk kepalanya, “Gue nggak tahu apa-apa kok,”
“Pasti ada sesuatu nih!” selidik Kinan.
“Nggak! Udah sana lo pergi ke atap,”
“Tuh kan! Buktinya lo tahu isi suratnya Feri, hayo… lo pasti dalangnya ya?”
“Oppss… hehe… cepet!!!” Nina mendorong Kinan lalu meninggalkannya.
***
Kinan kini sudah berada di atas atap kampus, tapi tak ada siapa-siapa disini. Kinan cemberut, harapannya pupus lagi untuk bertemu dengan Feri.
“Pasti Nina ngerjain gue, mana mungkin dia bener-bener dateng?” gumam Kinan hampir meneteskan air matanya.
“Siapa bilang?” terdengar suara cowok yang membuat Kinan ingin berbalik dan mengetahui siapa yang kini berada di belakangnya.
Namun, setelah Kinan berbalik, betapa kagetnya ia saat melihat seseorang yang sangat ia kenal berdiri di depannya. Eri.
“Ngapain lo disini?” Kinan merasa dirinya telah dipermainkan oleh Nina dan Eri.
“Mau nemuin temen kecil gue, opps… salah, maksudnya mau nemuin pacar kecil gue!” jawab Eri yang membuat Kinan menatapnya sengit.
“Lo pikir gue mau diboongin sama lo? Ini pasti kerjaan Nina kan? Dia pasti nyuruh lo untuk ngaku-ngaku jadi Feri, biar gue seneng?”
“Nan, gue bener-bener nggak tahu kehadiran gue bisa buat lo seneng. Maafin gue yang dulu pergi ninggalin lo, padahal gue punya janji untuk ngebuat lo bangga. Tapi gue pikir, udah nggak ada harapan lagi untuk nge-raih cita-cita gue, karna… nenek, nyokap-bokap gue udah nggak ada yang bikin gue ngebanggain mereka. Dan gue pikir, lo juga pergi ninggalin gue dan nggak inget lagi sama masa kecil kita… tapi ternyata gue salah, lo masih setia nunggu gue, dan gue ngajak lo kesini biar bisa liat bintang kayak dulu saat kita sama-sama ngucapin janji, meskipun ini siang tapi lo pasti bisa liat pesawat itu kan?” tangan Eri menunjuk kearah pesawat yang melintas di atas.
Kinan tak menjawab, ia hanya menunduk.
“Dari awal gue denger nama lo, gue jadi inget sama Kinan kecil yang dulu selalu main sama gue, bahkan waktu gue main sepak bola pun lo ikut-ikutan, meskipun jatuh!”
Kinan sadar, ia belum menceritakan semua ini pada Nina, jadi ia tak punya alasan untuk menuduh Eri atau Feri yang bukan-bukan.
“Kenapa lo ke luar negeri?” suara Kinan bergetar.
“Nyokap sama Bokap cerai, dan gue disuruh ngikut Nyokap. Lo tahu kan gue sayang banget sama mereka berdua? Pas gue tahu mereka bakal pisah, gue kalut banget, makanya gue nggak sempet pamit sama lo,”
“Lo Feri kecil gue?” Kinan menatap Eri mengelus wajahnya.
“Dan lo Kinan kecil gue?”
“Mana janjinya? Katanya mau ngebuat gue bangga?” tagih Kinan.
“Emmh, nih!” Eri mengeluarkan kristal berbentuk love dan bertuliskan ‘I LOVE YOU’.
Kinan melongo.
“Meski ini nggak bikin bangga, tapi ini bisa bikin lo melongo!”
“Enak aja!” Kinan memukul lengan Eri.
“ Eh, kalo dipikir-pikir kita sebenernya belum putus sejak umur 6 tahun lalu. Kita masih pacaran loh,”
“Emangnya iya? Dari dulu gue nggak pernah ngerasain pacaran sama lo,”
Eri tersenyum.
“Hmmm… Jadi jawabannya apa?”
“I love you too,”
Mereka tertawa di sela-sela tangis, lalu Eri mendekap tubuh Kinan dan mengayun-ayunkannya. Di saat itu juga, Nina datang sambil meniupkan terompet.
“Selamat ya? Ternyata Feri kecilnya Kinan itu Eri saudara gue! Kalo tahu gitu sih, gue kenalin Eri dari dulu aja biar Kinan nggak ngelamun terus!”
Mereka bertiga tertawa lepas, mereka semua telah menemukan kebahagiaan disana.
***
END

Selasa, 13 Maret 2012

asam dan basa

Teori Arrhenius
            Larutan asam dan basa merupakan contoh dari larutan elektrolit. Arrhenius menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua tergantung pada konsentrasi ion-ion hydrogen di dalamnya.
            Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+ sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH- .
Asam → x H+  + anion
x = valensi asam
Contoh:
 HCl(aq)    →  H+(aq) + Cl-(aq)    x = 1

Basa → x OH-  + kation
x = valensi basa
Contoh:
NaOH(aq) →  Na+(aq) + OH-(aq)   x = 1


Ø  Tetapan Kesetimbangan Air (Kw)

Air hamper tidak menghantarkan arus listrik tetapi hanya memiliki aya hantar listrik yang sangat kecil berarti hanya sebagian molekul-molekul air dapat terionisasi menjadi ion H+ dan OH- .


Persamaan ionisasi air
H2O  ↔ H+  + OH-
 
Kw          = [H+]  [OH]-
Air merupakan elektrolit yang sangat lemah. Air terion menjadi H+ dan OH- . Di dalam air terjadi kesetimbangan antara H2O, ion H+ dan OH- menurut persamaan:
H2O(l) ↔ H+(aq) + OH-(aq).
Pada suhu 25⁰C Kw = 1,0 x 10-14 = [H+] [OH-].  Dalam air murni pada suhu 25⁰C [H+] = [OH-] = 10-7 M. Setiap larutan dalam air baik larutan asam maupun basa pada suhu 25⁰C berlaku:

Kw = 1,0 x 10-14 = [H+] [OH-]
Dalam larutan asam [H+] > [OH-]
Dalam larutan netral [H+] = [OH-]
Dalam larutan basa [H+] < [OH-]


Ø  Kekuatan Asam dan Basa

·         Asam kuat
             yaitu senyawa asam yang larutannya terion seluruhnya menjadi ion-ionnya dan reaksinya berkesudahan.

Contoh :

Rounded Rectangle: HA(aq)  →  H+(aq)  +  A-(aq)
 



                                                 ↓
Rounded Rectangle: H+   →  x  [HA]
 

                                                                         x = valensi asam



·         Asam lemah
             Yaitu senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya dan merupakan reaksi kesetimbangan.

Contoh :
Rounded Rectangle: HA(aq)  ↔  H+(aq)  +  A-(aq)
 


                                                 ↓
Rounded Rectangle: [H+]   = [A-]
 


Rounded Rectangle: Ka=  ([H^+ ]  [A^- ])/[HA]                                                  ↓


Rounded Rectangle: Ka=  [H^+ ]^2/[HA] 
[H^+ ]^2=Ka [HA]   Keterangan :
[H^+ ]=√(Ka [HA])                                 Ka = tetapan ionisasi asam
[H+]   = [HA] α        α   = derajat ionisasi
     





·         Basa kuat
         Yaitu senyawa basa yang dalam larutannya terion seluruhnya menjadi ion-ionnya dan merupakan reaksi berkesudahan.

Rounded Rectangle: M(OH)x (aq)  →  M+(aq)  +   x OH-(aq)Contoh :

                                                 ↓
Rounded Rectangle: [OH-] = x [ M(OH)x]                                                                                           M  = konsentrasi basa
                                                                                           x    = valensi basa

·         Basa lemah
        Yaitu senyawa basa yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya dan merupakan reaksi kesetimbangan.



Rounded Rectangle: M(OH)x (aq)  ↔  M+(aq)  +   x OH-(aq)Contoh :                                                                            
                                                  
Rounded Rectangle: [M+]   = [OH-]                                                   ↓
                                                 ↓
Rounded Rectangle: Kb=  ([M^+ ]  [〖OH〗^- ])/([M(OH)])                                                              ↓


                                  Keterangan :
                                 Kb = tetapan ionisasi basa
[H+]   =  . α                                         α   = derajat ionisasi

Ø  Derajat Keasaman (pH)
Menurut  Soren Lautiz Sorensen memperkenalkan suatu bilangan yang sederhana. Bilangan ini diperoleh dari hasil logaritma konsentrasi H+. Bilangan ini kita kenal dengan skala pH yang harganya berkisar antara 1-14.
Rounded Rectangle: pH = -log [H+]
 

Secara matematis, ditulis :
Rounded Rectangle: pOH = -log [OH-]↓

Rounded Rectangle: pKw = pH + pOH↓

Rounded Rectangle: pH = 14 - pOHpada suhu 25⁰C, pKw = pH + pOH = 14
                                                                                             

Contoh Soal menghitung pH larutan asam/basa

1. Diketahui Kb NH3 = 1 × 10–5, maka pH larutan NH3 0,1 M adalah . . . .
Pembahasan:
Senyawa NH3 tergolong basa lemah. Oleh karena itu, konsentrasi ion OH– dihitung dengan rumus basa lemah.
[OH–] =  1 × 10–3
pOH
  = –log 1 × 10–3 = 3 – log 1 = 3 – 0 = 3
pH = 14 – pOH =
14 – 3 =  11

2. Sebanyak 3,7 gram kalsium hidroksida, Ca(OH)2 (Mr=74) dilarutkan dalam air sampai volume larutan 1 liter hitung pH larutan.
Penyelesaian:
Ca(OH)2 adalah basa kuat
 Molaritas Ca(OH)2 = g/Mr x 1000/mL = 3,7/74 x 1000/1000 = 0,05 M

[OH–] = Valensi x Mb
= 2 x  0,05 M = 0,1 M

pOH  = - log [OH–] = - log 0,1 = - log 1 x 10-1 = 1 – log 1 = 1 – 0 = 1

pH = 14 – pOH = 14 – 1 = 13

3. Larutan asam asetat (cuka) digunakan sebagai bumbu penyedap pada bas
a. Asam asetat adalah asam lemah dengan harga konstanta ionisasi Ka= 1,8 x 10-5. Bila diketahui konsentrasi asam asetat 0,1 M. hitung pH larutan asam asetat tersebut !

Jawab:
 Asam asetat, CH3COOH, adalah asam lemah
[ H+] = 1,36 x 10-3 M
pH = - log [ H+]= - log 1,36 x 10-3 = 3 – log 1,36




4.Larutan asam sulfat pekat (Mr= 98) yang diperjual belikan mempunyai kadar 98% massa, dengan massa jenis 1,8 kg/L. Sebanyak 5 mL larutan asam pekat ini diencerkan dengan air sampai volume larutan 500 mL. Hitung pH larutan setelah diencerkan !

Penyelesaian:
Molaritas H2SO4 pekat = 10 x % x mJ = 10 x 98 x 1,8
Mr
= 98
Molaritas H2SO4 setelah pengenceran:
V1 x M1 = V2 x M2
5 x 18 = 500 x M2
M2 = 5
x 18/500 = 0,18 M

[ H+] = Valensi x Ma = 2 x 0,18 M = 0,36 M = 3,6 x 10-1 M
pH = - log 3,6 x 10-1 = 1 – log 3,6

Ø  Indikator Asam-Basa

        Asam dan basa dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan dalam lingkungan basa. Contoh : Lakmus, fenolftalein, dan berbagai ekstrak bunga atau buah yang berwarna.

Trayek pH : adalah interval pH di mana suatu indikator mengalami perubahan warna

Indikator
Perubahan warna
Trayek pH
Metil merah (MM)
Merah ke kuning
3,1 – 4,4
Metil jingga (MJ)
Merah ke kuning
4,2 – 6,2
Lakmus
Merah ke biru
4,5 – 8,3
Brom timul biru (BTB)
Kuning ke biru
6,0 – 7,6
Fenolftalein (PP)
Tak berwarna ke merah muda
8,0 – 9,6

Contoh soal
:

1.      2 Seorang siswa menguji larutan X dengan indikator tunggal menghasilkan data sebagai berikut :




Larutan X ditetesi indikator MM menghasilkan warna kuning
Dengan metil jingga menghasilkan warna kuning
Dengan btb menghasilkan warna biru
Dengan pp tidak berwarna
Berapa pH larutan X tersebut?

Penyelesaian:

Dengan indikator mm berwarna kuning berarti pH > 5,8
Dengan indikator mJ berwarna kuning berarti pH > 4,4
Dengan indikator btb berwarna biru berarti pH > 7,6
Dengan indikator pp tidak berwarna berarti pH < 8,2

                                                                                  BTB
             PP                         MJ
                                                                   MM
 

      1        2        3        4        5        6       7        8       9

Kesimpulan pH larutan 7,6 < pH < 8,2

 Teori Bronsted-Lowry
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh:

1) HAc(aq)
    +  H2O(l)     ↔     H3O+(aq)  +    Ac-(aq)
  
  asam-1     basa-2           asam-2          basa-1
HAc dengan Ac- merupakan pasangan asam-basa konjugasi.
H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konjugasi.

2) H2O(l)   +     NH3(aq)   ↔    NH4+(aq)  +    OH-(aq)
    asam-1  
    basa-2            asam-2         basa-1
H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konjugasi.
NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konjugasi.

Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter).
Catatan:
Makin kuat suatu asam makin lemah sifat basa basa konyugasinya
Makin lemah suatu asam makin kuat sifat basa basa konyugasinya
Makin kuat suatu basa makin lemah sifat asam asam konyugasinya
Makin lemah suatu basa makin kuat sifat asam asam konyugasinya


 Teori Asam Basa Lewis
o Asam = donor pasangan elektron.
o Basa = akseptor pasangan elektron.
o Reaksi asam dengan basa = pembentukan ikatan kovalen kordinasi.

Contoh Soal 1
Gunakan teori Lewis untuk menunjukkan bahwa raksi berikut merupakan reaksi asam basa.

a. BF3 + F- → BF4-
b. Cu2+ + 4NH3 → Cu(NH3
)

Jawab:
a.      BF3 adalah asam karena menerima pasangan elektron
F- adalah basa karena memberi pasangan elektron
BF3            +          F-        →                     BF4-
                        F                                                          F                                 
            F         ∙ B                      F -                                       F                     B          F
F                                                          F
            Asam lewis            basa lewis

 

Tin's Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang